by

Yuniarti Yang Tewas Tersambar Kereta Api Baru Seminggu Ambil Upahan di Omiba

Jenazah Yuniarti saat dibawa pulang ke rumah duka tadi malam

Beritatotal.com – Malang menimpa Yuniarti (22), ibu muda ini tewas akibat tersambar kereta api di rel KM 10 Kelurahan Sepancar Lawang Kulon, Rabu sore (15/1) pukul 17.00 WIB, ketika hendak menyeberangi rel pulang ke rumahnya.

Tragis sekali. Begitu tersambar kereta dia masih sempat memeluk anak lelakinya berusia 4 tahun bernama Zulfan.

Yuni tewas dengan luka parah pecah kepala atau luka terbuka di bagian kepala hingga tulang tengkoraknya terlihat. Tidak ada luka lain di tubuh korban.

Diduga banyak kehabisan darah dari sumber luka di kepalanya itulah, nyawa korban akhirnya tak bisa diselamatkan lagi. Setelah mendapat perawatan insentif di ruang IGD RSUD Ibnu Sutowo Baturaja.

Berdasarkan keterangan kakak iparnya, Indra (39), korban baru seminggu bekerja sebagai buruh pembersih kebun ubi kayu racun di kawasan Omiba.

“Dia (korban, red) baru seminggu ikut membantu suaminya bekerja sebagai penebas rumput kebun ubi racun di Omiba. Kalau suaminya menyemprot. Sebelum bekerja membersihkan rumput adik itu memang tidak bekerja,” jelas Indra.

Namanya sudah ajal, pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian korban yang tidak disangka-sangka ini.

Informasi yang diperoleh, korban tewas tersambar kereta api pengangkut semen Baturaja dari arah Stasiun Tiga Gajah. Saat itu korban baru pulang bekerja mengambil upahan menebas rumput di kebun ubi kawasan Omiba.

Ketika mau menyeberangi rel di KM 10 Sepancar, korban yang bersama anaknya Zulfan (4) dan ayuk iparnya Hartati (37), melihat ada kereta api melintas. Mereka pun berhenti menunggu sampai kereta api berlalu di ujung gerbong terakhir.

Entah bagaimana ceritanya, informasi yang beredar saat gerbong terakhir berlalu dan korban bersama anaknya menyeberang, tanpa diketahui korban ada kereta api pengangkut semen Baturaja melintass juga dari arah Stasiun Tiga Gajah. Tak pelak, Yuniarti pun tersambar kereta tersebut bersama anaknya.

Sebelumnya, Seorang ibu muda buruh pembersih kebun ubi racun tewas mengenaskan ditabrak kereta api, Rabu sore (15/1), sekitar pukul 17.00 WIB.  Sementara anaknya yang masih balita selamat tapi mengalami luka benjol serius di kening kirinya.

Ibu yang tewas ini bernama Yuniarti (22),warga Kelurahan Sepancar Lawang Kulon, RT 03/01, Kecamatan Baturaja Timur. Sedangkan anaknya Zulfan masih berusia empat tahun. Korban Yuni sempat mendapat perawatan medis di IGD RSUD Ibnu Sutowo. Namun nyawanya tidak tertolong.

Korban menderita pendarahan hebat di kepalanya karena terluka terbuka sampai terlihat tulangnya. Dia dinyatakan meninggal setelah beberapa menit mendapat perawatan medis.

“Sempet kita beri penangan dengan memasukkan cairan infus. Jadi waktu dibawa kesini (RSUD, red) masih ada detak jantungnya. Kemudian meninggal tak lama suaminya datang,” jelas salah seorang tenaga medis yang menangani korban.

Korban kemudian dibawa pihak keluarganya pulang sekitar pukul 20.00 WIB menggunakan mobil ambulan. Sebelumnya anak korban Zulfan sudah lebih dulu dibawa pulang oleh pihak kelurganya. Padahal balita tersebut selayaknya masih perlu perawatan intensif.

Hanya saja keluarga beralasan tidak ada keluarga yang menunggunya di rumah sakit. Sebab akan memakamkan jenazah ibunya.

Informasi yang berhasil diperoleh, korban beserta suaminya adalah buruh pembersih kebun ubi di kawasan Omiba. Sekitar setengah jam jalan kaki dari rumah korban. Hari ini korban mengajak anaknya bekerja.

“Habis merumput tadi pulang duluan sama anaknya dan isteri saya. Suaminya disuruhnya ngambil buah belewah dulu. Belum sampai rumah dir el kereta api sepancar KM 10 tetabrak kereta,” jelas Indra (39), kakak ipar korban.

Peristiwa ini sedang dalam penyelidikan aparat berwajib dari Polsek Baturaja Timur. (djee)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.