by

Terbukti Nih ! 218.159 Warga Pangkalpinang Berhasil Didaftarkan Masuk JKN, Walikota Langsung Diganjar Penghargaan

Kadinkes Kota Pangkalpinang dr Masagus M Hakim mewakili walikota saat menerima UHC Award, di Jakarta, Selasa (14/03/2023)

Beritatotal.com – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) kota setempat untuk memberikan akses pelayanan kesehatan yang maksimal tidak kepalang tanggung dan  terbukti nyata.

Bayangkan, dari lebih kurang 230 ribuan jumlah penduduk kota dinahkodai Walikota Pangkalpinang, DR Maulan Aklil (Molen),  sebanyak  218.159 jiwa penduduknya  telah berhasil didaftarkan untuk mendapat jaminan kesehatan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Bila diprosentasekan, kerja keras Dinas Kesehatan Pangkalpinang pimpinan dr Masagus M Hakim telah mampu menembus 95,71 persen mendaftarkan warga disini masuk Program JKN, dari total jumlah penduduk Kota Pangkalpinang.

Keseriusan tak tanggung-tanggung Walikota Molen bersama jajaran Dinkes Kota Pangkalpinang pun tidak sia-sia. Sebuah penghargaan dari Pemerintah RI diberikan untuk Pemkot Pangkalpinang karena dinilai berhasil memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat.

Penghargaan yang diberikan berupa Universal Health Coverage (UHC) Awards 2023. Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin langsung memberikannya kepada Wali Kota Molen diwakili Kadinkes, dr Masagus M. Hakim, di Jakarta Selasa (14/3/2023).

Dokter Hakim, begitu Kadinkes Pangkalpinang akrab disapa, saat dikonfirmasi, mengatakan, penyematan status UHC untuk Kota Pangkalpinang merupakan pencapaian yang luar biasa. Menurutnya, penerapan UHC di daerah itu dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan seluruh masyarakat.

Karena, kata dia, jika kualitas kesehatan masyarakat semakin meningkat, maka dengan sendirinya taraf hidup juga semakin lebih baik.

“Total sudah 95 persen lebih penduduk Kota Pangkalpinang sudah berhasil kita daftarkan di JKN. Selebihnya diharapkan warga bisa mendaftar secara mandiri. Pelayanan kesehatan yang akan didapat warga untuk kelas tiga,” katanya ketika dihubungi sesaat tadi, Rabu  (15/03/2023).

Dilanjutkan dr Hakim, dalam perjalanan kedepan setalah 218 ribuan lebih jiwa penduduk disini telah berhasil didaftarkan, tentu akan terjadi pengurangan dan tak menutup kemungkinan pertambahan.

Misal, dr Hakim mencontohkan, warga yang sudah didaftarkan kemudian hari meninggal dunia. Otomatis data warga yang meninggal tersebut tidak masuk lagi sebagai peserta. Atau warga yang tadinya dinilai belum mampu sehingga didaftarkan di program ini, kemudian di perjalanan dia menjadi pegawai swasta yang jaminan kesehatannya di tanggung perusahaan.

“Artinya ‘kan terjadi pengurangan. Demikian juga sebaliknya bisa bertambah seiring perjalanan waktu dan kondisi warga,” beber dr Hakim.

Kembali soal UHC  Award yang diberikan Pemerintah RI kepada Pemkot Pangkalpinang, menurut dr Hakim, untuk mencapai predikat tersebut pihaknya harus menjamin setiap penduduk memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang adil, merata dan bermutu baik.

Nah, untuk di Kota Pangkalpinang, per 1 Maret 2023 lalu, Pemkot setempat telah berhasil mendaftarkan 218.159 jiwa penduduk di ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi anggota JKN.

“Kami akan terus memastikan seluruh masyarakat Kota Pangkalpinang terjamin akses layanan kesehatannya melalui program JKN,” pungkasnya.

Walikota Pangkalpinang Molen mengapresasi kerja cepat dan tuntas dr Hakim bersama seluruh jajarannya di Dinkes Kota Pangkalpinang. Sehingga apa yang telah dilakukan di awal tahun 2023 ini langsung membuahkan hasil dengan mendapat ganjaran UHC Award.

“Peningkatan layanan kesehatan bagi warga dengan mendaftarkan 218 ribuan lebih warga Kota Pangkalpinang di Program JKN, adalah kado saya untuk mereka jelang akhir masa jabatan sebagai Walikota Periode 2018-2023. Semoga bisa bermanfaat dan terimakasih atas kerja keras jajaran saya di Dinas Kesehatan,” kata Molen. (djee)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.