by

Suami Ditemukan Isteri dan Anak Tertelungkup Depan Kamar Mandi Dengan Leher Terjerat Tali Tambang

Beritatotal.com – Warga Blok Simpang PO, Desa Marga Bhakti, Unit XI, Kecamatan Sinar Peninjauan, Kabupaten OKU geger.

Pasalnya salah seorang warganya disini ditemukan meninggal tak wajar pada siang hari sekitar pukul 14.00 WIB.

Korban diketahui bernama Awaludin (40) yang bekerja sebagai petani. Ironisnya, pertama kali melihat korban tewas adalah isterinya Siti Mualifah (38) dan anaknya Ahmad Dani (16), saat mau masuk ke dalam rumah.

Kedua orang dekat korban ini mendapati tubuh Awaludin sudah tak bernyawa dengan posisi tertelungkup dan tali tambaang menjerat lehernya.

Kapolres OKU AKBP Arif Hidayat Ritonga SIK MH melalui Kasubbag Humas AKP Mardi Nursal, menerangkan, saat itu istri dan anak korban mau masuk ke dalam rumah. Tapi pintu depan dalam keadaan terkunci.

Kemudian isterinya menuju ke pintu samping untuk masuk dari sini. Setelah pintu terbuka ternyata malah mendapati pemandangan mengejutkan. Suaminya sudah tertelungkup depan kamar mandi dan leher terjerat tali tambang.

Kamar mandi dalam rumah korban saat ditemukan tewas dengan posisi tertelungkup dan leher terjerat tali

“Isteri korban baru pulang dari menyadap getah karet dan tidak bisa masuk melalui pintu depan yang terkunci. Saat masuk dari pintu samping mendapati korban sudah tidak bernyawa di kamar mandi rumah dengan posisi tengkurap di lantai dengan tali tambang masih  di leher,” jelas Kasubbag Humas AKP Mardi Nursal, Jumat (13-11-2020).

“Kejadiannya pada Kamis siang tanggal 12 November 2020 di Unit XI Desa Marga Bhakti Kecamatan Sinar Peninjauan,” imbuh Mardi.

Melihat suaminya meninggal tak wajar lalu isteri korban berteriak minta tolong tetangga. Teriakan korban mengundang warga mendatangi lokasi dan kemudian melapor ke aparat Polsek setempat.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), diduga kuat korban tewas karena gantung diri.

Menurut AKP Mardi, korban mempunyai riwayat gangguan kejiwaan yang cukup lama dan masih dalam tahap pengobatan jalan.

Faktor kejiwaan korban serta penyakit yang belum bisa disembuhkan, kata AKP Mardi berkemungkinan agar tidak membebankan keluarga maka korban melakukan perbuatan tersebut.

“Kiita sudah memeriksa dan memintai keterangan beberapa saksi di TKP. Atas permintaan keluarga korban tidak dilakukan otopsi dan jasadnya langsung dimakamkan,” pungkasnya. (djee)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.