by

Setelah Tersambar Sepur Yuniarti Peluk Erat Anaknya Zulfan Berusia 4 Tahun, Kemungkinan Berupaya Melindungi

Lurah Sepancar Evan sibuk ikut mengurusi anak korban yang masih balita Zulfan (4) yang selamat tapi benjol serius di kening kirinya

Beritatotal.com – Ibu kandung korban Yuniarti (22) yang tewas tertabrak kereta api atau sepur di KM 10 Kelurahan Sepacar Lawang Kulon sore tadi, Rabu (15/1), tampak tegar mendampingi jenazah anaknya di Ruang IGD RSUD Ibu Sutowo.

Lisnawati (46) sesekali membenarkan kain penutup jazad anaknya. Korban merupakan anak kedua Lisnawati.

“Dia (korban, red) dua beradik dan anak saya yang nomor dua,” kata Lisnawati lirih. Dia sudah pasrah dan mengiklaskan kepergian anaknya tersebut.

Menurutnya, peristiwa naas yang dialami anaknya Yuniarti sudah takdir Yang Kuasa. Tadinya korban dibawa ke rumah sakit berkat bantuan warga dan tetangga.

Cucunya Zulfan (4) yang menderita benjol serius dikening tidak mereka rawat inap di rumah sakit.

Alasan keluarga takut tidak ada yang menjaganya karena sibuk untuk memakamkan jenazah sang ibu. Namun, kemungkinan bisa jadi keluarga ini khawatir soal biaya perawatan rumah sakit nantinya.

Soalnya, berdasarkan keterangan Lurah Sepancar Evan Saputra, keluarga almarhum termasuk keluarga tidak mampu.

Pihak rumah sakit pun sudah berupaya membujuk keluarga korban agar balita Zulfan tetap dirawat inap dulu agar bisa mendapat perawatan medis. Namun keluarga ternyata bersikeras ingin membawanya pulang. Sehingga tim medis pun tidak bisa berbuat banyak atas keputusan keluarga korban.

Informasi yang didapat, sesaat setelah kejadian, korban Yuniarti masih sempat memeluk anaknya Zulfan begitu mereka tersambar kereta. Pelukan erat Yuniarti kemungkinan korban ingin melindungi tubuh anaknya yang masih balita tersebut agar tidak terseret kereta.

Hingga saat ini belum diperoleh keterangan resmi dari pihak berwajib bagaimana kronologis sebenarnya kejadian ibu anak tersambar kereta ini. Portal ini masih berusaha mengkonfirmasinya ke Polres OKU.

Sebelumnya, seorang ibu muda buruh pembersih kebun ubi racun tewas mengenaskan ditabrak kereta api, Rabu sore (15/1), sekitar pukul 17.00 WIB.  Sementara anaknya yang masih balita selamat tapi mengalami luka benjol serius di kening kirinya.

Ibu yang tewas ini bernama Yuniarti (22),warga Kelurahan Sepancar Lawang Kulon, RT 03/01, Kecamatan Baturaja Timur. Sedangkan anaknya Zulfan masih berusia empat tahun. Korban Yuni sempat mendapat perawatan medis di IGD RSUD Ibnu Sutowo. Namun nyawanya tidak tertolong.

Korban menderita pendarahan hebat di kepalanya karena terluka terbuka sampai terlihat tulangnya. Dia dinyatakan meninggal setelah beberapa menit mendapat perawatan medis.

“Sempet kita beri penangan dengan memasukkan cairan infus. Jadi waktu dibawa kesini (RSUD, red) masih ada detak jantungnya. Kemudian meninggal tak lama suaminya datang,” jelas salah seorang tenaga medis yang menangani korban.

Korban kemudian dibawa pihak keluarganya pulang sekitar pukul 20.00 WIB menggunakan mobil ambulan. Sebelumnya anak korban Zulfan sudah lebih dulu dibawa pulang oleh pihak kelurganya. Padahal balita tersebut selayaknya masih perlu perawatan intensif.

Hanya saja keluarga beralasan tidak ada keluarga yang menunggunya di rumah sakit. Sebab akan memakamkan jenazah ibunya.

Informasi yang berhasil diperoleh, korban beserta suaminya adalah buruh pembersih kebun ubi di kawasan Omiba. Sekitar setengah jam jalan kaki dari rumah korban. Hari ini korban mengajak anaknya bekerja.

“Habis merumput tadi pulang duluan sama anaknya dan isteri saya. Suaminya disuruhnya ngambil buah belewah dulu. Belum sampai rumah di rel kereta api sepancar KM 10 tetabrak kereta,” jelas Indra (39), kakak ipar korban. Peristiwa ini sedang dalam penyelidikan aparat berwajib dari Polsek Baturaja Timur. (djee)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.