by

Sambil Gendong Anak Ikut Demo, Pria di OKU Teriak Terisak-Isak Mau Beli Susu, Lalu Dipanggil Kapolres Langsung Ketakutan, Ternyata…

Karyawan PT Minanga Ogan sambil menggendong anaknya ikut demo menuntut pembayaran gaji untuk membeli susu

Beritatotal.com – Aksi demonstrasi karyawan PT Minangan Ogan di kantor perusahaan mereka di Kecamatan Lubuk Batang, diikuti juga seorang karyawan pria sambil membawa anak balita.

Pria tersebut diketahui asal dari Kecamatan Lubuk Batang sengaja menggendong anaknya karena terdesak hendak membeli susu. Sedangkan dirinya sudah tidak ada lagi uang dan hutang di warung sudah menumpuk.

Dampak dari belum juga dibayarnya gaji dia bersamaan dengan karyawan lain yang bernasib serupa oleh manajemen.

Dalam aksi demonstrasi kesekian lagi tersebut menuntut upah yang menjadi hak mereka, pria menggendong balita bernama Haroman itu memberanikan diri berorasi menyampaikan uneg-unegnya.

“Buat Pak Kanca (Yazid Kanca Surya, Direktur Keuangan, red) minta tolong Pak dibayarkan khususnya yang Rp 1 juta itu untuk hari ini. Ini Pak anak saya mau nyusu Pak. Hak anak kami, hak isteri kami Pak, minta tolong pak dibayarkan itu Pak yang Rp 1 juta. Untuk tanggal 1 minta dibayarkan gaji yang bulan 6 dan bulan 7,” teriaknya dengan suara parau dan terisak-isak.

Permintaannya berupa uang Rp 1 juta tersebut merupakan tuntutan pinjaman sementara sebelum gaji mereka full di bayar perusahaan. Sedangkan tuntutan mereka semuanya adalah minta dibayarkan gaji bulan 6 dan 7 lalu yang mereka beri tenggat sampai 1 September 2020 mesti dilunasi.

“Minta tolong anak saya mau nyusu. Kami telah menumpuk dosa karena berjanji membayar hutang di warung tetapi kami tidak bisa menepatinya lantaran tidak kunjung juga gajian,” tambahnya memelas demi bisa membeli susu sang anak yang digendongnya.

Ia mewakili rekan-rekannya pun meminta manajemen jika tidak sanggup lagi mempekerjakan karyawan silahkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Tapi sesuai undang-undang ketenaga kerjaan dan peraturan lainnya yang berlaku. Diantaranya membayar pesangon mereka.

Usai berorasi sekitar 4 menit di tengah-tengah rekannya yang dalam pengamanan ketat polisi, pria ini pun kemudian memohon izin pulang duluan. Karena katanya anak dia benar-benar ingin minum susu.

Diluar dugaan, sebelum pria tersebut pulang beberapa polisi yang menjaga ketat demo ini kemudian memanggil dia.

Panggilan polisi yang diketahui diperintahkan Kapolres OKU AKBP Arif Hidayat Ritonga SIK itu pun membuatnya merasa ketakutan.

Namun setelah diyakini pemanggilan tersebut bukan untuk “menciduknya”,  dia pun mendekat ke arah Kapolres.

Diluar dugaan, Kapolres AKBP Arif mengajak pria itu masuk ke dalam. Di dalam ternyata Kapolres memberikan sejumlah uang kepada pria tersebut. Lalu Kapolres pun ke luar lagi menemui pendemo.

“Saya minta keikhlasan semuanya. Ini kemanusiaan saja bantuan dari Polres,” katanya menjelaskan ke rekan-rekan pria menggendong anak tadi.

Rekan-rekannya pun langsung memaklumi dan merasa salut dengan aksi simpati tak terduga dan tak pernah terlintas dalam benak mereka itu. Karena selama beberapa kali aksi menuntut hak mereka, baru sekali ini terjadi peristiwa tersebut.

Setelah itu Kapolres langsung memediasi pertemuan perwakilan pekerja dan manajemen di dalam ruangan. Agar para pendemo mengetahui jalannya pertemuan, pengeras suara pun dibiarkan diluar.

Belum juga pertemuan di dalam dimulai, perwakilan pendemo ada yang mau menyampaikan ucapan  terima kasih kepada Kapolres.

Atas aksi spontannya yang tak pernah mereka sangka-sangka membantu salah satu rekan mereka yang ikut berdemo sambil membawa anak karena sudah kesulitan membeli susu.

Namun Kapolres tidak berkenan dan meminta persoalan ini tidak diperpanjang.

“Sudah, sudah, tidak usah dipikiri lagi itu (bantuan mendadak yang diberikan, red). Tidak usah dipikiri,” tegasnya.

Akhirnya pertemuan pun bisa segera dilaksanakan berkat aksi simpatik Kapolres yang memimpin pengamanan demonstrasi karyawan PT Minangan Ogan tersebut sampai bubar. (djee)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.