by

Saat Bapaknya Ikut Rapat Desa, Siswi SMP Dicabuli Oknum Penjaga Sekolah Yang Berpura-Pura Bertamu

Kapolsek Peninjauan Iptu Hamid memimpin mediasi kasus pencabulan anak di bawah umur, Minggu (28/6)

Beritatotal.com – Warga Desa Espetiga (SP3), Dusun II, Blok C, Kecamatan Peninjauan geger. Seorang oknum penjaga sekolah berinisial  HB  (46) kepergok tengah mencabuli anak gadis seorang perangkat desa disini.

Kejadiannya sekitar pukul 21.00 WIB di dalam rumah orang tua korban, Sabtu (27/6). Korban berinisial St masih berusia 15 tahun dan duduk di bangku kelas delapan salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Saat peristiwa terjadi, korban sedang sendiri di dalam rumah karena ayahnya sedang pergi ikut rapat desa.

“Korban masih sekolah SMP dan ayahnya perangkat desa di Desa SP3. Waktu kejadian ayahnya ikut menghadiri undangan rapat musyawarah desa tentang rencana pembangunan desa tahun 2021,” jelas Kepala Desa (Kades) SP3, Al Azhari (52), Minggu (28/6).

Pencabulan yang dilakukan oknum penjaga sekolah terhadap anak di bawah umur yang masih tetangganya tersebut, pertama kali diketahui ayah korban berinisial Sm (51).

Saat itu Sm baru pulang dari rapat desa sekitar pukul 22.00 WIB dan ketika masuk rumah dia memergoki pelaku sedang menciumi anak gadisnya yang masih bau kencur. Sontak pemandangan tersebut membuat ayah korban kaget bukan main.

Dia pun langsung mengamankan pelaku kemudian memberitahu Kades SP3 Al Azhari. Menerima telepon dari ayah korban, Kades SP3 kemudian melaporkannya ke Kapolsek Peninjauan Iptu Hamid.

Seraya menunggu polisi datang, massa sudah ramai berkumpul di rumah orangtua korban. Kades dan tokoh masyarakat setempat berupaya menenangkan massa yang sudah tersulut emosi.

“Namanya juga massa, kalau mendengar kejadian pasti ada saja yang tidak bisa menahan diri. Tapi tidak sampai terjadi apa-apa,” jelasnya.

Kapolsek Iptu Hamid kemudian datang bersama personilnya. Sekitar pukul 23.30 WIB pelaku diamankan dan dievakuasi ke Polsek Peninjauan agar tidak terjadi aksi main hakim sendiri.

“Pelaku dibawa menggunakan mobil Kapolsek,” tambahnya.

Kapolres OKU AKBP Arif Hidayat Ritonga SIK MH melalui Kapolsek Peninjauan Iptu Hamid  menerangkan, siang tadi antara pelaku dan keluarga korban telah dilakukan proses mediasi perdamaian.

“Setelah dilakukan mediasi kedua belah pihak sepakat untuk berdamai. Pelaku berjanji tidak akan lagi mengulangi perbuatannya,” kata Kapolses.

Mediasi perdamaian dilakukan di Polsek Peninjauan Minggu 28 April 2020 dipimpin langsung Kapolsek Iptu Hamid dimulai pukul 13.30 WIB.

Prosesnya hanya berlangsung lebih kurang setengah jam dan dihadiri langsung Kades SP3 serta anggota Bhabinkamtibmas Desa SP3 Briptu Adi Rachman. (djee)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.