by

Rumah Diduga Timbun Minyak Goreng 4,2 Ton di Baturaja Digerebek Aparat Gabungan

Beritatotal.com – Sebuah rumah pribadi terletak di Jl Rajawali 2, Kelurahan Sekarjaya, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU, digerebek aparat gabungan dari Polres OKU dan Pemerintah Kabupaten OKU.

Penggerebekan dipimpin langsung Kapolres OKU AKBP Danu Agus Purnomo dan Plh Bupati OKU Drs Edward Chandra, Senin (21/2/2022) sekitar pukul 15.00 WIB.

Rumah tersebut diketahui dihuni Fy dan terletak di perkampungnn yang cukup ramai penduduk. Saat penggerebekan baru saja berlangsung, ada dua orang mengendarai motor hendak menuju rumah tersebut.

Kedua orang tersebut sempat ditanyai petugas kepentingannya ke datang ke area rumah Fy. Mereka mengaku hendak membeli minyak goreng di rumah yang lagi digerebek itu.

“Melihat ada banyak polisi kedua warga itu langsung putar balik. Mereka mengaku dari Lengkiti dan hendak membeli minyak goreng di rumah yang sedang digerebek,” kata salah seorang perwira polisi yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolres OKU AKBP Danu Agus Purnomo menerangkan, penggerebekan tersebut bermula dari informasi Sat Intelkam Poles OKU pimpinan AKP Hendri Antonius, bahwa ada rumah salah seorang penduduk diduga menimbun minyak goreng dalam jumlah besar.

Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti Kapolres OKU dengan mengajak PLH Bupati OKU Edwarr Chandra untuk melakukan penggerebekan rumah yang dicurigai menimbun minyak goreng.

Ternyata benar di TKP aparat mendapati sebanyak 236 derigen dengan isi 18 liter per derigennya. Total seluruhnya lebih kurang 4.248 liter atau 4,2 ton. Barang bukti (BB) itu disimpan Fy dalam kamar dan dapur rumahnya.

Oleh petugas 4,2 ton minyak goreng merk Sovia tersebut diangkut ke Mapolres OKU bersama pemiliknya Fy. Polisi masih mendalami terkait perizinan Fy dalam mengusai minyak goreng tersebut di rumahnya.

“Kita masih melakukan pemeriksaan kepada pemilik minyak goreng di Jl Rajawali 2. Apakah dia memilik izin resmi memperdagangkannya atau tidak. Sebab kita memiliki dugaan bahwa minyak goreng tersebut hanya dijual kepada pihak-pihak tertentu saja,” kata AKBP Danu.

“Jadi anggota kami sekarang sedang mengklarifiasi secara mendalam di Polres OKU apakah yang bersangkutan ada upaya untuk melakukan penimbunan atau tidak,” tambahnya.

Kapolres menjanjikan  secepatnya pihaknya akan memberitahu kepada masyarakat terkait status Fy. Bila  terbukti Fy menimbun, maka Polres OKU akan menggelar press release kepada awak media.

“Penyidik kami sedang melakukan  pemeriksaan intensif terhadap Fy. Apabila nanti ditemukan adanya dugaan pelanggaran undang-undang perdagangan kita akan proses sesuai dengan hukum yang berlaku. Secepatnya hasilnya akan kami sampaikan dalam press release,” tegasnya.

Sementara itu, PLH Bupati OKU menyerahkan sepenuhnya hasil penggerebekan ini agar ditindaklanjuti aparat kepolisian.

Pemerintah Kabupaten OKU pada intinya berharap tidak ada oknum-oknum di masyarakat memanfaatkan situasi kelangkaan minyak goreng. Seperti melakukan penimbunan.

“Kita juga minta pedagang untuk menjual minyak goreng sesuai harga eceren tertinggi dari pemerintah yaitu Rp 14.000 per liter,” kata Edward.

Sebab, sambung Edward, dari inspeksi mendadak (sidak) di beberapa lokasi hari ini, pihaknya mendapati keterangan dari beberapa distributor jika minyak goreng di jual dengan harga di bawah Rp 14.000.

“Dari beberapa distribustor kita mendapati mereka menjual dengan harga Rp 13.000 dan ada yang Rp 13.400 atau masih di bawah Rp 14.000. Jadi masih ada peluang untuk pengecer menjual dengan harga tertinggi R 14.000. Jadi kita mengimbau masyarakat atau pedagang untuk menjual minyak goreng dengan harga Rp 14.000 per liter,” bebernya.

Edward menyebut pihaknya kemungkinan akan melakukan operasi pasar minyak goreng untuk menjaga harga tetap stabil. (djee)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.