by

Repan Meninggal, Dodi “Tekan” Kadinkes Muba

Beritatotal.com – Usaha dan perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin membantu pengobatan Repan (2), buah hati Sukri dan Syamsi, warga Air Putih Ulu,  Kecamatan Plakat Tinggi, sudah maksimal. Namun Allah SWT berkehendak lain.

Setelah balita mengidap penyakit neroroblastoma /tumor kelenjar pada usus dirujuk untuk dioperasi di RSMH Palembang, sejak 18 Juli 2017 lalu, Kamis dinihari (27/7), nyawa Repan tak tertolong.

Kabar duka meninggalnya balita malang yang diduga sempat tidak dipedulikan kedua orangtuanya tersebut, lantaran penyakitnya disembunyikan karena faktor kemiskinan, membuat Bupati Muba trenyuh.

“Inaalillaahi Wainnaa ilaihi rooji’uun, saya secara pribadi mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Repan. Kita sudah melakukan upaya penanganan  terhadapnya dengan dirujuk ke RSMH Palembang tapi Allah sudah memanggilnya,” ungkap Dodi, Kamis, (27/7).

Lambatnya kondisi Repan diketahui, cukup disesalkan putra Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin ini. Makanya, agar tidak terulang kasus serupa di wilayahnya, Dodi menekankan Dinas Kesehatan (Dinkes) Muba lebih intensif memonitoring.

“Saya sudah berbicara dengan Kadinkes untuk memonitor jangan sampai lalai dan meminta sistem monitoring harus ada serta ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Dinkes juga diminta Dodi proaktif sehingga jika pasien sudah masuk dalam pengawasan dinas ini dapat benar-benar terkontrol. Intinya semua harus terbuka. Namanya juga penyakit, menurut Dodi pemerintah melalui Dinkes harus mengingatkan keluarga untuk terus berobat biar mereka mendapatkan perawatan yang paripurna.

Sebagaimana yang diberitakan, seorang balita berusia dua tahun yang tinggal bersama orangtuanya di Kecamatan Plakat Tinggi, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), nyaris luput perhatian pemerintah. Pasalnya, diduga orangtuanya kurang peduli dan menyembunyikan kondisi balita malang yang menderita gizi buruk ini.

Beruntung kemudian, Repan, anak pasangan Siti Samsi dan Sukri, warga Dusun 5, Desa Air Putih tersebut, kondisi kesehatannya terkuak dan menyebar cerita dari mulut ke mulut warga setempat hingga sempat viral di media sosial.

Kemudian terdengar juga oleh pemerintah setempat lalu diuruslah untuk dirawat di rumah sakit. Sehingga pada 18 Juli 2017 lalu Repan pun dirujuk ke RSMH Palembang untuk dioperasi. (aly)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.