by

Pemuda Tewas Kesetrum Kawat Penghalau Hama di Kebun Jagung Kawasan Omiba

Jasad Rianda sebelum dibawa kerumah duka Desa Way Heling, Dusun III, Kecamatan Lengkiti

Beritatotal.com – Seorang pemuda tewas kesetrum di lahan kebun jagung di kawasan Objek Militer Baturaja (Omiba) yang ada di Desa Way Heling, Kecamatan Lengkiti.

Korbanya, Rianda Zahari (18), warga Desa Way Heling, Dusun III. Dia ditemukan sudah tak bernyawa oleh ayah tirinya sendiri Juki (47), dengan kondisi tangan kiri yang semua jarinya memegang kawat diduga dialiri listrik.

Baca juga: Ibu Muda Tewas Tersambar Kereta Api

Mayat korban ditemukan di kebun jagung milik Munzir yang dijaga keponakannya Susanto alias Manto (28), warga Dusun II, Desa Tulang Bawang Kec. Bunga Mayang Kab. OKU Timur, Rabu (15/1) pukul 16.30 WIB.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, sebelum ditemukan tewas mengenaskan, korban dan ayah tirinya Juki hendak pulang ke rumah setelah mengambil kembang kates atau pepaya yang berada bersebelahan dengan kebun Munzir (41), warga Desa Suka Baru Kec. Bunga Mayang Kab. OKU Timur.

Ditengah jalan Korban pamit kepada ayah tirinya hendak buang air besar (BAB) di sungai kecil yang ada di sekitar TKP.

“Tapi setelah ayah tirinya lama menunggu anaknya tidak juga datang. Lalu ayah tirinya menyusul korban dan mencarinya. Dilihatnya korban sudah tidak bernyawa lagi dengan posisi tangan kiri semua jarinya memegang kawat yg diduga dialiri listrik,” jelas Kapolres OKU AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK didampingi Kapolsek Lengkiti AKP Bastari, Kamis (16/1).

Selanjutnya ayah tiri korban memberitahukan kepada orang-orang yang masih banyak ada di sekitar kebun. Korban pun dibantu dipindahkan dari lokasinya kesetrum. Kejadian ini langsung menghebohkan penduduk kampung setempat.

Kades Way Heling Herwandi kemudian menelepon anggota Polsek Lengkit yang langsung menuju lokasi. Korban kemudian dievakuasi kerumahnya sekitar pukul 17.30 WIB.

“Tim Inafis dan anggota Reskrim Polres OKU kemarin malam sudah mendatangi rumah duka untuk mengetahui penyebab kematian korban serta mengumpulkan bukti dan keterangan terkait meninggalnya korban,” jelas AKBP Tito.

Saat ini pemilik kebun dan keponakannya sudah dimintai keterangan dan statusnya baru sebatas saksi.

Anggota Reskrim Polres OKU, Kapolsek Lengkiti beserta anggota dan Tim Inafis Polres OKU tiba di rumah korban untuk melakukan pemeriksaan korban, sekitar pukul jam 20.00 WIB. Polisi juga memeriksa peralatan di kebun Munzir yang digunakan untuk mengaliri setrum/listrik ke kawat yang dipasang menjerat hama.

“Kawat tersebut dipasang pemilik kebun oleh keponakannya untuk mengusir babi hutan atau monyet,” tambah Kapolsek Lengkiti AKP Bastari.

Sementara itu, penjaga kebun, Susanto, kepada petugas mengatakan, memang benar dia sekira jam 15.00 WIB telah  menghidupkan setrum untuk penghalang hama babi/monyet. Tetapi yang bersangkutan tidak menghidupkan sekitar tempat kejadian.

Sedangkan menurut keterangan pemilik kebun Munzir, seperti yang diakuinya kepada polisi, memang dirinyalah yang memerintahkan keponakannya Susanto alias Manto untuk menghidupkan setrum/aliran listrik. (djee)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.