by

Modus Dugaan `Permainan` Buat Sertifikat Tanah di BPN OKU, Begini Penjelasan Kapolres OKU

Kapolres OKU AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK MH memberikan penjelasan kepada wartawan terkait kasus dugaan ‘permainan’ pembuatan sertifikat tanah di BPN OKU, Kamis (19/12/2019)

Beritatotal.com – Dugaan ‘permainan’ kepengurusan pembuatan sertifikat tanah di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) OKU, yang ditangani aparat Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) setempat, ternyata statusnya sudah masuk ranah penyidikan.

Artinya Satreskrim hanya meneruskan saja hasil dari proses penanganannya yang dilakukan aparat unit Reskrim Polsek beberapa bulan belakangan ini.

Hal tersebut disampaikan langsung Kapolres OKU AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK MH, kepada para wartawan usai memimpin gelar pasukan Operasi Lilin Musi 2019, di Mapolres OKU, Kamis (19/12/2019).

Baca jugaa : Tarik Kasus Dari Polsek Baturaja Timur, Polres OKU Selidiki Kasus Dugaan ‘Permainan’ Buat Sertifikat Tanah di BPN OKU

Kasus itu ditarik ke polres karena objeknya tanah yang erat kaitannya juga dengan sertifikat. Kalau polsek dikhawatirkan penangananya  belum mumpuni sehingga kalau di polres nanti koordinasinya lebih mudah. Karena dia (kasus ini, red) berhubungan dengan sertifikat, lembaga-lembaga tertentu seperti BPN dan sebagainya,” jelas AKBP Tito kepada sejumlah wartawan media cetak, elektronik dan online.

Ditariknya kasus tersebut kata mantan Kapolres Prabumulih ini, hanya untuk memudahkan supaya prosesnya tidak terlalu panjang dan bisa ditangani lebih cepat.

“Bukannyaa karena polsek tidak professional. Karena memang lingkupnya saja. Itu ‘kan lintas instansi dan instansi harus ke polres. Kalau polres ‘kan bisa langsung,” imbuhnya.

Pihaknya tidak akan melakukan pemrosesan dari awal terhadap kasus dugaan ‘permainan’ pembuatan sertifikat tanah di BPN OKU melibatkan ‘orang dalam’ BPN.

“Kita hanya meneruskan. Misalnya ada yang perlu ditambahkan tinggal BAP tambahan saja. Bukan penyidikan awal,” sambung Kapolres.

Siapa yang akan jadi tersangka dan bagaimana modus kasus ini, menurut AKBP Tito tergantung hasil penyidikan personelnya.

“Arah kasus ini nantinya berdasarkan hasil penyidikan. Nanti apa hasilnya ya perkembangan pemeriksaanlah yang menentukan. Siapa tersangkanya, apakah ada unsur tindak pidananya, kalau sudah ada tindak pidananya siapa tersangkanya, modusnya seperti apa kira-kira seperti itu,” pungngkasnya.

Sebelumnya, aparat Reskrim Polres Ogan Komering Ulu tengah menyelidiki laporan dugaan ‘permainan’ kepengurusan pembuatan sertifikat tanah di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) OKU.

Diduga kasus tersebut erat kaitannya  ada ‘orang dalam’ yang dekat dengan oknum pejabat berpengaruh di BPN. Dimana bisa mengatur pembuatan sertifikat tanah sedemikian rupa, meski BPN OKU sendiri sudah menerapkan cara sebenarnya membuat sertifikat tanah. (djee)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.