by

Mbah Rebo Pawang Kuda Lumping Terkenal Nyaris Buta, Kapolres Datang Dan Siap Dioperasi

Kapolres OKU AKBP Tito didampingi isteri merangkul Mbah Rebo sambil mendengarkan awal mula kisah kedua matanya kini nyaris tak bisa melihat lagi

Beritatotal.com – Rebusin (78) alias Mbah Rebo, yang dikenal sebagai pawangnya kesenian tradisonal kuda lumping se Kabupaten OKU, penglihatannya kini sudah sangat parah.

Warga Jl A Yani KM 7, Lr Murai, RT 06/03, Kelurahan Kemelak Bindung Langit, Kecamatan Baturaja Timur, tersebut nyaris buta.

Dia tidak bisa beraktivitas normal karena penglihatannya sudah terbatas sejak setahun terakhir. Kondisi mata Mbah Rebo yang menderita katarak itu, kemungkinan menurutnya karena selama ini selalu akrab dengan asap aspal.

“Dulu saya bekerjanya mengaspal. Jadi selalu kena asap aspal dan pedih. Mungkin itu salah satu penyebabnya,” kata Mbah Rebo ketika dikunjungi Kapolres OKU AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK MH, Jumat (31/1).

Kapolres dan jajaran perwiranya sengaja mendatangi Mbah Rebo yang merupakan sesepuh pelestari kesenian tradisional di OKU. Bertujuan meringankan beban Mbah Rebo agar matanya bisa dioperasi katarak.

Bantuan Kapolres tersebut disalurkan dalam program Jumat Berkah di rumah bersangkutan sekitar pukul 14.00 WIB.

“Nanti kita akan membantu biaya operasi mata Pak Rebo. Dua-duanya akan kita operasi yang akan dilakukan oleh dokter mata di Baturaja ini. Semoga setelah operasi mata Bapak bisa melihat normal lagi,” kata Kapolres sambil merangkul Mbah Rebo.

Mbah Rebo didampingi isterinya tersebut merasa haru dan bahagia atas bantuan Kapolres OKU. Maklum, jangankan untuk mengobati matanya yang nyaris buta, untuk kebutuhan  sehari-hari saja mereka kesusahan.

“Isteri saya cuma menjual buah pinang. Kadang dapatnya cuma Rp 25 ribu. Anak saya dua. Yang satu sudah kerja sebagai sopir dan satunya lagi kuliah dibiayai pemerintah,” jelas Mbah Rebo.

Diterangkan AKBP Tito, bantuan kepada Mbah Rebo tersebut berupa uang tunai sebesar Rp 8,2 juta yang akan dibayarkan untuk operasi minggu depan. Itu adalah biaya untuk satu mata. Beruntung, karena diurus Kapolres OKU, maka dokter yang akan mengoperasi dia juga member keringann potongan harga.

“Tadinya biaya untuk operasi Rp 8,7 juta tapi kita dapat keringanan dari dokternya jadi Rp 8,2 juta,” jelas Kapolres.

Pihaknya akan terus membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan atau kurang mampu. Yang dilaksanakan setiap Jumat, Disamping itu, Bhayangkari Cabang OKU juga menurut Kapolres melakukan hal yang sama.

“Sasaran kita baik Polres OKU maupun Bhayangkari membantu orang yang hidupnya penuh keterbatasan dalam kegiatan sosial. Ini merupakan salah satu bentuk kita selalu hadir di tengah-tengah masyarakat,” pungkas mantan Kapolres Prabumulih tersebut. (djee)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.