by

Lurah Sepancar : Korban Tewas Tersambar Kereta Api Dari Keluarga Tak Mampu

Jenazah Yuniarti saat masih di Ruang IGD RSUD Ibnu Sutowo

Beritatotal.com – Lurah Sepancar Lawan Kulon Evan Saputra memastikan Yuniarti (22) ibu muda yang tewas tersambar kereta adalah warganya.

Menurut Evan yang mendatangi Ruang IGD RSUD Ibnu Sutowo malam ini, korban merupakan keluarga kurang mampu.

“Ini saya mau koordinasi dengan Pak Sekcam soal mengurus korban dan anaknya. Karena mereka ini dari keluarga kurang mampu,” kata Evan yang terlihat sibuk hilir mudik dari ruang tindangan UGD ke ruang perawatan.

Di ruang tindakan UGD masih terbujur jenazah Yuni. Sementara anaknya menjalani perawatan di ruang dalam.

Tampak keluarga besar korban begitu berduka. Suaminya Yuni, Yuliansyah bahkan tak mampu untuk mendekat jenazah isterinya. Hanya kakak kandungnya saja atau kakak ipar korban bernama Indra, serta ibu kandung korban Lisnawati (46), terlihat tegar menemani jenazah sembari menunggu jemputan mobil ambulan.

Sebelumnya, seorang ibu muda buruh pembersih kebun ubi racun tewas mengenaskan ditabrak kereta api, Rabu sore (15/1), sekitar pukul 17.00 WIB.  Sementara anaknya yang masih balita selamat tapi mengalami luka benjol serius di kening kirinya.

Ibu yang tewas ini bernama Yuniarti (22),warga Kelurahan Sepancar Lawang Kulon, RT 03/01, Kecamatan Baturaja Timur. Sedangkan anaknya Zulfan masih berusia empat tahun. Korban Yuni sempat mendapat perawatan medis di IGD RSUD Ibnu Sutowo. Namun nyawanya tidak tertolong.

Korban menderita pendarahan hebat di kepalanya karena terluka terbuka sampai terlihat tulangnya. Dia dinyatakan meninggal setelah beberapa menit mendapat perawatan medis.

“Sempet kita beri penangan dengan memasukkan cairan infus. Jadi waktu dibawa kesini (RSUD, red) masih ada detak jantungnya. Kemudian meninggal tak lama suaminya datang,” jelas salah seorang tenaga medis yang menangani korban.

Korban kemudian dibawa pihak keluarganya pulang sekitar pukul 20.00 WIB menggunakan mobil ambulan. Sebelumnya anak korban Zulfan sudah lebih dulu dibawa pulang oleh pihak kelurganya. Padahal balita tersebut selayaknya masih perlu perawatan intensif.

Hanya saja keluarga beralasan tidak ada keluarga yang menunggunya di rumah sakit. Sebab akan memakamkan jenazah ibunya.

Informasi yang berhasil diperoleh, korban beserta suaminya adalah buruh pembersih kebun ubi di kawasan Omiba. Sekitar setengah jam jalan kaki dari rumah korban. Hari ini korban mengajak anaknya bekerja.

“Habis merumput tadi pulang duluan sama anaknya dan isteri saya. Suaminya disuruhnya ngambil buah belewah dulu. Belum sampai rumah dir el kereta api sepancar KM 10 tetabrak kereta,” jelas Indra (39), kakak ipar korban.

Peristiwa ini sedang dalam penyelidikan aparat berwajib dari Polsek Baturaja Timur. (djee)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.