by

Kisah Perawat Pasien Corona di Baturaja (Bagian 2) : Ditanya Ayah Kapan Pulang? “Ayah Pulang Kalau Coronanya Sudah Habis”

Salah satu perawat akan mengantar minuman ke kamar pasien positif corona yang diisolasi di kamar dalam Hotel Baturaja. (foto: istimewa)

Beritatotal.com – Hanya berselang satu minggu jumlah pasien positif corona yang diisolasi di Hotel Baturaja bertambah lagi.

Penambahan pasien sebanyak dua orang yang hanya selisih waktu tiga sajam saja menjadi “tamu” istimewa paramedis di hotel tersebut, pada Minggu 26 April 2020.

Pasien pertama masuk yakni berinisial MT Kasus 09 seorang petugas kebersihan DPRD Kabupaten OKU diisolasi di Kamar 02. Kemudian sore harinya giliran pasien berinisial D Kasus 10 anak menantu sopir travel yang sudah lebih dulu diisolasi di Kamar 07 Hotel Baturaja.

Untuk diketahui, MT dinyatakan positif pada Sabtu 25 April 2020 tapi tidak langsung dilakukan penjemputan dirumahnya. Berbeda dengan D yang dinyatakan positif dan kabarnya diterima Dinkes OKU siang siang jelang sore, sekitar pukul 17.00 WIB langsung dijemut petugas.

Total sekarang ada lima pasien positif corona diisolasi di Hotel Baturaja. Tentu saja membuat pekerjaan paramedis yang bertugas di sini bertambah dan yang pasti waktunya akan menjadi lebih lama untuk bisa berkumpul dengan anak isteri dirumah.

Perawat Sy menuturkan, dia dan rekan-rekannya sudah seperti pindahan tempat kos saja. Baju-bajunya dibawa untuk “pamit pindah” sama isteri dan anak-anak dari rumah kesayangan mereka ke hotel demi tugas.

Setelah “kepindahannya” ke hotel, tiga anaknya yang masih kecil-kecil As (7), Ai (3,5), dan si bungsu Ad (1,5), sampai kini kehilangan sosok ayah untuk sementara waktu.

Isterinya Re (36), tak henti-henti jadi sasaran pertanyaan anak mereka soal keberadaan ayahnya.

“Setiap kali ibunya ditanya anak-anak ayah kemana, dijelaskan  ibunya kalau ayah lagi ngurusi corona,” cerita perawat Sy.

Entah bagaimana pemikiran ketiga anak kecil tersebut terhadap makhluk bernama corona yang dijelaskan ibu mereka.

Yang jelas corona juga saat ini menjadi kata ampuh di tengah-tengah masyarakat untuk “menakuti” anak-anaknya. Setidaknya kata corona bisa menghentikan tangisan anak kecil yang rewel mau ikut ibunya keluar untuk keperluan mendesak.

“Kalau lagi video call pun saya sering ditanya sama anak, ayah kapan pulang? Saya selalu jawab, ayah pulang kalau coronanya sudah habis,” imbuh Sy.

Selain melepas rindu sama anak isteri dengan cara video call, Sy dan reka-rekannya memanfaatkan waktu senggang mengusir jenuh dengan berolah raga di halaman belakang hotel.

Ada juga yang membaca alquran di kamar dan tidur-tiduran sambil membuka media sosial memantau perkembangan dunia khususnya Kota Baturaja.

Untungnya lima pasien positif corona yang mereka rawat bergantian ini kondisi fisiknya  segar bugar. Sehingga pasien pun tampak seperti biasa karena masuk dalam katagori Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Semua pasien di hotel ini OTG dan tampak sehat. Mereka tidak perlu dipasang infus. Jadi kami juga tidak terlalu repot harus mengontrol dan mengganti botol infus seperti pasien rawat inap penyakit lainnya,” kata Sy. (djee/bersambung)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.