by

Ketika Banyu Bening Diseret Banyu Keruh dan 9 Jam Kemudian Ditemukan Tak Bernyawa Tersangkut di Akar, Tragedi Balita Terlepas dari Gendongan Ibunya Saat Terobos Banjir

Proses pencarian jasad balita berusia 10 bulan bernama Segara Banyu Bening yang hanyut diseret banyu (air) keruh banjir luapan Sungai Ogan di Desa Kepayang, Minggu dinihari (14/6)

Beritatotal.com – Nama yang diberikan kedua orangtuanya sangat indah. Segara Banyu Bening. Namun hikayat hidupnya tak seindah namanya.

Hanya 10 bulan saja Banyu Bening hidup di dunia bersama kedua orangtuanya, Dian Seno Aji (34) dan Desi Puspita Sari (31), beralamat di Blok Kompas Desa Lubuk Bnjar Kec. Lubuk Raja Kab. OKU.

Balita malang tersebut menemui ajalnya dengan cara yang tragis. Terlepas dari gendongan ibunya lalu terseret arus banjir yang deras. Bermula dari motor yang dikendarai ayahnya terperosok saat menerobos banjir, Sabtu sore (13/6), pukul 17.00 WIB.

Setelah sembilan jam dilakukan pencarian tim gabungan polisi, BPBD OKU, keluarga dan masyarakat di Desa Kepayang, Kecamatan Peninjuan, tubuh mungil Banyu Bening yang hanyut diseret banyu (air) keruh luapan Sungai Ogan, akhirnya ditemukan.

Sayangnya, Banyu Bening sudah tidak bernyawa lagi. Akar pohon menjadi “penyelamat” tubuh mungil balita ini cepat ditemukan. Tidak hanyut jauh sehingga butuh berhari-hari untuk tim dan masyarakat menyusuri sungai mencari jasadnya.

“Tubuh korban sudah ditemukan tersangkut di akar yang tidak jauh dari terperosoknya motor ayah korban saat menerobos banjir. Kondisinya sudah meninggal dunia dan sudah dibawa orangtuana ke rumah duka,” jelas Kapolres OKU AKBP Arif Hidayat Ritonga SIK MH melalui Kapolsek Peninjaan Iptu Hamid SH, Minggu (14/6).

Balita malang tersebut ditemukan oleh tim gabungan yang menyusuri luapan banjir sungai pasca insiden naas satu keluarga ini Minggu dini hari pukul 02.00 WIB. Korban ditemukan sekitar 30 meter dari tempatnya pertama kali hanyut.

Peristiwa ini tentu menjadi pelajaran bagi masyarakat yang nekat menerobos banjir. Meski terlihat kedalaman banjir bisa dilalui. Tapi naas tidak bisa diperkirakan kapan terjadi.

Kejadian Banyu Bening tewas terseret banyu keruh menjadi buktinya. Akibat keteledoran orangtuanya yang nekat menerobos banjir, nyawa balita yang tak tahu-apa-apa itu melayang.

Terlebih, Desa Kepayang bagian dalam memang rawan banjir bila Sungai Ogan meluap. Ini kerap terjadi bila hujan mengguyur terus menerus dalam waktu lama. Apalagi jika musim penghujan.

“Kami minta masyarakat untuk waspada terhadap banjir dampak meluapnya Sungai Ogan. Jangan menganggap remeh bila banjir menggenangi jalan. Sebaiknya jangan dilalui bila tidak ada warga yang memandunya. Apalagi jika banjirnya cukup dalam dan arusnya deras supaya dihindari saja untuk lewat,” saran Kapolsek Iptu Hamid.

Sebagaimana yang diberitakan, satu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak terperosok dan jatuh ke aliran sungai kecil, saat sang ayah membawa keluarganya ini bermotor menerobos banjir, di Desa Kepayang, Kecamatan Peninjauan, Sabtu (13/6), pukul 17.00 WIB.

Kedua orang tua naas tersebut bersama seorang anak mereka yang lebih tua berhasil diselamatkan warga. Demikian pula sepeda motornya bisa dievakuasi penduduk.

Apesnya, anak mereka yang masih balita berusia 10 bulan terlepas dari gendongan sang ibu dan hanyut terbawa arus sungai. Hingga malam ini bayi malang itu masih dicari petugas gabungan dari BPBD OKU, aparat Polsek Peninjauan, anggota Koramil Peninjauan dan warga.

Balita malang tersebut adalah Segara Banyu Bening anak bungu pasangan Dian Seno Aji (34) dan Desi Puspita Sari (33), warga  Blok Kompas Desa Lubuk Banjar Kec. Lubuk Raja Kab. OKU.

Kronologinya menurutt Kapolsek Peninjauan, keluarga ini terperosok ke aliran sungai kecil berarus deras. Bermula kedua orang tua korban dan kakaknya melintas di tempat kejadian mengendarai sepeda motor Yamaha Vega Force warna putih Nopol BG 4264 FAD.

Mereka meluncur dari Desa Lubuk Banjar hendak menuju Baturaja. Saat melintas di lokasi, karena situasi di Desa Kepayang sedang banjir, orang tau korban tidak mengetahui adanya aliran sungai kecil di bawah badan jalan.

“Sehingga motor yang dikendarai ayah korban terperosok ke aliran sungai yang cukup dera. Akibatnya seluruh penumpang ikut terperosok dan hanyut,” katanya.

Korban balita saat itu disebut Kapolres terlepas dari gendongan ibunya dan hanyut. Selanjutnya warga sekitar yang kebetulan berada di sekitar lokasi langsung berusaha menyelamatkan korban. (djee)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.