by

Kang Ayi, Figur Birokrat Muda Yang Namanya Meroket Potensial Calon Pemimpin OKU

Beritatotal.com – Krisis calon pemimpin muda nan enerjik di Kabupatan Ogan Komering Ulu (OKU) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), tampaknya bakal segera berakhir.

Setelah muncul nama Teddy Meilwansyah dari kalangan birokrat yang kini menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU, satu nama lagi yang usianya lebih muda juga dari kalangan birokrat booming di daerah berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang dalam beberapa bulan terakhir.

Nama dimaksud panggilan karibnya Kang Ayi. Febri Yanto, S.IP M.Si begitu nama lengkapnya. Dia merupakan salah satu jebolan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor Tahun 2012.

Karir dan namanya melambung setelah menjadi orang kepercayaan Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil atau akrab dipanggil Bang Molen.

Kang Ayi diangkat dan diberi amanah Bang Molen untuk membenahi dan menahkodai Bagian Humas dan Protokol (sekarang Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan),  beberapa bulan setelah Bang Molen dilantik jadi Walikota.

Kinerja dan cara kerja yang luwes mirip atasannya Bang Molen, membuat Kang Ayi bukan saja cepat beradaptasi di lingkungan Pemerintahan Kota Pangkalpinang dan organisasi yang ada di kota berjuluk Beribu Senyuman tersebut.

Alhasil, Kang Ayi menjadi satu-satunya pejabat termuda di lingkungan Pemkot Pangkalpinang dan sekaligus menjadi orang kepercayaan mantan Pj Bupati OKU itu.

Beruntunvg. Bang Molen tak salah pilih. Meski masih terbilang muda. Kang Ayi mampu menunjukkan loyalitas dan action-nya membantu Bang Molen membangun Pangkalpinang melalui bidang yang diamanahkan kepada dia.

Terbukti, jebolan S2 STISIPOL Candradimuka Palembang ini bisa meyakinkan Bang Molen saat mendapat amanah lagi sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Pangkalpinang periode 2020 – 2023.

Begitu dilantik sebagai Ketua KNPI, Kang Ayi bergerak cepat. Dengan kepengurusan barunya KNPI kota ini kembali punya marwah dan aura positif. Awal pembuktian Kang Ayi mampu membuat Gedung Sekretariat KNPI yang dinamakan Gedung Biru.

Diisitilahkan dia, Amerika punya Gedung Putih maka Pangkalpinang punya Gedung Biru. Gedung Biru KNPI ini pun diresmikan langsung Walikota Pangkalpinang Bang Molen beberapa waktu lalu.

Kiprah dan karirnya yang melejit di negeri rantau tersebut, membuat nama pria asli OKU kelahiran Baturaja 15 Februari 1988 ini jadi perbincangan di kampung kelahiran hingga saat ini.

Tak terkecuali nama Kang Ayi berikut kesuksesan di dunia birokrasinya pada usia muda ini berseliweran di dunia maya. Juga silih berganti media-media online maupun surat kabar dan jejaring sosial mengangkat nama Kang Ayi sebagai anak rantau yang sukses serta pas menjadi pemimpin masa depan.

Bahkan, baru-baru ini nama Kang Ayi melejit lagi menjadi tokoh muda di OKU yang sejajar dengan tokoh-tokoh yang sudah malang melintang duluan sebagai figur pemimpin.

Nama Kang Ayi disebut potensial sebagai calon pemimpin OKU bersanding nama Teddy Meilwansyah dan  Marjito Bachri yang kini menjabat Ketua DPRD OKU.

Sementara itu, Kang Ayi saat dikonfrimasi perihal namanya banyak diperbincangkan di OKU, mengaku cukup kaget.

Tapi dia pun bersyukur jika betul namanya mencuat dan disejajarkaan dengan figur-figur calon pemimpin OKU.

Kang Ayi bahkan merendah, jika melejitnya nama masih terlalu prematur untuk dibahas saat ini. Sebab dia masih ingin meniti karirnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Pangkalpinang dan sebagai salah satu ketua organisasi kepemudaan di kota yang sama.

“Yang pasti tidak menyangka (nama Kang Ayi meroket di OKU, red). Bersyukur saja dan berterimakasih dengan masyarakat OKU untuk kepercayaannya memasukkan nama jadi calon pemimpin yang potensial kedepannya,” kata suami Netty Permatasari SH dan ayah dua anak, Maryam dn Shaqeena ini merendah.

Ditanya lebih jauh dan serius jika ada kesempatan untuk berkiprakh mengabdi di OKU sebagai pemimpin, Kang Ayi tidak mau berandai-andai dan kata dia biar saja takdir Allah SWT yang menentukan.

“Ha, ha, saya tidak mau berandai-andai. Biarlah takdir Allah SWT yang menentukan. Saat ini masih fokus berkarir sebagai abdi negara dulu,” kata Kang Ayi di sela-sela mendampingi Walikota Pangkalpinang menghadiri kegiatan resmi.

Namun, sambung dia, semua orang yang merantau pasti mau melaksakan tugas dan amanah yang mulia tersebut untuk kemaslahatan orang banyak.

Yang jelas sekarang Kang Ayi masih “wait and see” lho. Kalau memang masyarakat meminta dirinya mengabdi kembali ke kampung halaman, dan sepanjang situasinya memungikinkan maka dia pun akan “open”

“Wait and see saja. Memang sekarang ‘kan politik di OKU sedang bergolak. Padahal masih dalam suasana beduka karena putra terbaik OKU Bapak Kuryana Azis meninggal dunia saat masih dalam bertugas menjalankan amanah rakyat. Kita doakan beliau semoga husnul khotimah dan sumbangsihnya untuk OKU semasa hidup bermanfaat,” demikian Kang Ayi.

Sementara itu, Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil saat dibincangi di rumah dinasnya terkait nama salah satu pejabatnya meroket di OKU, menjawab, dirinya tidak keliru memilih Febri sebagai Kabag Prokopim Setda Kota Pangkalpinang.

Selain memang jebolan IPDN, kinerjanya sangat cocok kaarena mampu mengiringi irama kerja dia.

Sebagai mantan birokrat di Sumsel yang sarat pengalaman, Molen menyebut dalam diri Kang Ayi ada semangat untuk memberikan pengabdian terbaiknya.

“Tipe kerja dia (Kang Ayi, red) memang sangat cocok di zaman saat ini yang butuh kelincahan, kecepatan dan ketepatan. Jika namanya pun sekarang sudah tenar di kampung kelahirannya, Saya kira masyarakat OKU disana tidak salah menilai. Saya saja di Pangkalpinang ini butuh figur-figur pemimpin muda dengan karakter seperti Febri, makanya saya memberi amanah dia sebagai pejabat kami disini meski usianya masih muda,” pungkas Molen.

(djee)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.