by

Kadinkes OKU : Saya Minta Maaf Ya Tidak Bisa Penuhi Permintaan

BeritaTOTAL.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), H Suharmasto meminta maaf kepada Tenaga Kesehatan Non PNS di bawah naungan dinas yang ia pimpin. Sebab kata Suharmasto menganai harapan untuk diterbitkan SK dan SPK, dirinya tidak bisa memenuhi hal tersebut.

“Bukanya tidak mau menerbitkan SK dan SKP. Tetapi memang aturanya tidak ada. Jadi tidak bisa mengeluarkan hal tersebut. Kita tidak bisa menabrak aturan,” kata H Suharmasto saat Temu Pendapat dengan ratusan perwakilan  Tenaga Kesehatan Non PNS di Kantor DPRD OKU, Selasa (30/1/2018).

Diceritakan Suharmato. Ia menjadi Kepala Dinkes OKU sejak tahun 2006. Saat itu yang jadi perhatian pertama yakni terkait pekerja. Pertama ia ke Kemenkes. Dan dari sana diarahkan ke Menpan.  Saat  ke Menpan itulah diketahui, yang ada hanya PTT Dokter Gigi dan PTT Bidan. Sementara untuk PTT Perawat tidak ada dasar aturanya.

“Saya saat itu memperjuangkan PTT untuk perawat tapi tidak punya dasar aturan. Yang ada PTT Dokter dan PTT Bidan, Lalu saya mengusulkan PTT Bidan dan Doker dulu saat itu,” katanya.

Tetapi tidak hanya sampai disitu. Kata Suharmasto dirinya terus berjuang untuk menasib perawat ini. Tetapi sekali lagi selalu terbentur aturan. Apalagi ada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil.

“Apalagi sekarang ini ada aturan yang mengatur jika gubernur, walikota dan Bupati tidak boleh lagi mengangkat honorer. Jadi dengan demiakian, tuntutan kalian tadi, mohon maaf tidak bisa terpenuhi. Mungkin sampai saya pensiun belum bisa berhasil. Saya minta maaf tidak bisa buat SK. Bukannya tidak mau, tetapi terbentur aturan,” katanya.

Disamping itu, Suharmasto sedikit menceritakan kilas balik dibelakang. Dulu tidak ada namanya istilah kontrak perawat. Tetapi terusterang banyak yang datang minta tolong diterima untuk mengabdi, dengan harapan jangan sampai hilang ilmunya.

“Saat itu saya buat kontrak, tapi ingat bukan kontrak kerja. Kontrak itu berisikan kalian tidak menuntut apa-apa. Dan ditandatangani di atas materai 6000. Sebenarnya saya merasa sedih saat itu, kalian mengabdi cuma tidak dapat menuntut apa-apa,” ceritanya.

Untuk honor atau uang pengganti trasnportnon PNS ini kata, Suharmasto sedang dipikirkan dan mempelajari aturan. Asal tidak benturan dengan aturan dan kemampuan keuangan daerah ini kan dipikirkan. “tetapi sekali lagi mohon maaf kalau aturanya tidak ada hal ini juga tidak bisa,” katanya.

Disamping itu saat disinggung wartawan mengenai, jumlah sebenarnya mereka jumlahnya se OKU mencapai  370 di bawah lingkup Dinkes yang ada di Dinkes OKU, Puskesmas ke bawahnya. “Rata-rata mereka yang ini sudah mengabdi mulai sejak di atas tahun 2005,” jelasnya.(bar)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.