by

Joko Widodo Terlibat Perampokan Gunakan Pistol, Ternyata Begini Kronologisnya

Beritatotal.com – Joko Widodo digelandang ke kantor polisi dengan berbagai barang bukti (BB) hasil rampokan, Senin (4/11).

Dia terlibat perampokan sebuah mini market di jalan poros Desa Martajaya bersama dua rekannya yang lain. Perampokan tersebut dilakukan Joko Widodo pada Selasa malam (29/10) sekitar pukul 21.30 WIB. Ketika beraksi Joko Widodo menggunakan pistol jenis air softgun.

Peristiwa ini kemudian dilaporkan korbannya ke Polsek Lubuk Raja, Kabupaten Ogan Komering Ulu. Atas kesigapan petugas yang melakukan pemeriksaan awal dan pengecekan olah tempat kejadian perkara (TKP), perampokan tersebut terbongkar.

Ternyata, Joko Widodo yang tinggal di Desa Martajaya dan berprofesi sebagai juru parkir ini hanya pelaku suruhan saja untuk berpura-pura merampok. Alias perampokan berpistol oleh Joko Widodo hanyalah rekayasa semata.

Pengungkapan kasus rekayasa perampokan tersebut dibeber Kapolres OKU AKBP Tito Travolta Hutauruk dalam press release di Mapolres OKU. Saat press release AKBP Tito didampingi Waka Polres Kompol Zulkarnain dan Kapolsek Lubuk Raja Iptu Andi Apriadi.

Selain menghadirkan tersangka Joko Widodo, dihadirkan pula dua tersangka lainnya yakni Sudiyono dan Youken.  Sedangkan BB yang dihadirkan berupa ratusan bungkus rokok berbagai merek, CCTV, pistol air softgun, uang tunai belasan juta rupiah dan lainnya.

“Kita berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) sebuah mini market di jalan poros Desa Martajaya. Setelah dilakukan penyelidikan ternyata kasus perampokan ini direkayasa. Tapi perampokannya memang ada. Otak dari perampokan tersebut adalah tersangka Youken yang merupakan pegawai mini market atau orang dalam,” jelas AKBP Tito.

Dijelaskan lagi, peristiwa ini bermula dari otak pelaku bernama Youken terlibat hutang sebesar Rp 12 juta. Tersangka kemudian merancang perampokan yang dirinya sendiri seolah-olah menjadi korban di mini market tempatnya bekerja.

“Korban Prena (kasir mini market, red) diikat oleh tersangka Youken atas suruhan tersangka yang lain. Korban Prena tidak mengetahui kalau Youken sedang berpura-pura. Usai mengikat korban Prena selanjutnya tersangka Youken ini diikat tersangka lainnya. Setelah itu para pelaku mengambil barang-barang dalam mini market,” jelas AKBP Tito lagi.

Kapolres AKBP Tito sempat menanyai tersangka Youken ihwal rekayasa perampokan tersebut. Tersangka Youken menyebut dirinya terpaksa karena butuh uang untuk membiaya wisuda adiknya. Saat ini ketiga tersangka dan BB sudah dibawa kembai ke sel Mapolsek Lubuk Raja untuk diproses hukum lebih lanjut. (djee)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.