by

Ibu Kos Mau Tagih Biaya Kontrakan, Ternyata Malah Lihat Kejadian Menggemparkan  

Petugas mengavakuasi jasad korban ke kamar jenazah RSUD Ibnu Sutowo

Beritatotal.com – Warga seputaran rumah kos (kontrakan) Hj Rahayu di Jl Dr Wahidi Sudiro Husodo, Kelurahan Kemelak, Kecamatan Baturaja Timu gempar.

Pasalnya di salah satu rumah kontrakan yang ada samping Kantor Bumi Putera Baturaja, penghuninya seorang perempuan dewasa ditemukan tak bernyawa, Rabu (25-11-2020).

Korban merupakan karyawati swasta, Cristina Ernawati (35), ber-KTP Jl Ayani, KM 14, Tegal Arum, Kel Sepancar Lawang Kulon Kec Baturaja Timur OKU.

Informasi dari kepolisian, korban ditemukan pemilik rumah kontrakan sudah meninggal dunia dalam posisi seperti orang bersujud di kamar mandi kosannya.

Peristiwanya terjadi siang menjelang sore sekitar pukul 15.00 WIB. Ketika itu si pemilik kontrakan, Hj Rahayu, bermaksud menemui korban untuk menagih biaya sewa kosannya.

Tetapi tidak seperti biasanya saat memanggil korban tidak ada sahutan atau respon. Sedangkan pintu kamar korban terkunci dari dalam.

Saksi juga mencium bau tak sedap menyeruak seluruh ruangan bersumber dari dalam kamar korban.

“Karena curiga dengan bau yang tidak sedap dari kamar korban, Ibu Hj Rahayu mendobrak pintu kamar korban dan menemukan korban dalam keadaan sudah meninggal dengan posisi duduk seperti orang bersujud di kamar mandi,” jelas Kapolres OKU AKBP Arif Hidayat SIK MH melalui Kasubbag Humas AKP Mardi Nursal.

Sontak pemilik kosan tersebut terperanjat dengan pemandangan di depannya hingga memberitahu warga sekitar. Penemuan mayat korban pun langsung dilaporkan ke aparat Polsek Baturaja Timur.

Warga sekitar yang mendegar kabar tersebut penasaran dan turut mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Tidak lama kemudian polis bersama Tim Inafis Polres OKU tiba disini dan langsung melakukan olah TKP.

Setelah mengidentifikasi korba, selanjutnya petugas mengavakuasinya untuk di bawa ke kamar jenazah RSUD Ibnu Sutowo dengan menerapkan protokol kesehatan.

Dikamar jenazah dilakukan tindakan visum et revertum oleh dr M Nur Safrial Rusdi. Hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah korban.

“Diduga korban meninggal karena sakit. Untuk memastikan penyebab kematian diperlukan tindakan otopsi. Tapi keluarganya tidak bersedia diotopsi atas permintaan mereka dengan membuat surat pernyataan,” ucap AKP Mardi.

Selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga yang sudah menunggu dikamar jenazah. Pihak keluarga kemudian melakukan pemulasaraan jenazah secara keagamaan yang dianut korban. (djee)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.