by

Disdik OKU : Terduga Pembunuh Siswi SMPN 10 OKU Bukan Pembina Pramuka Resmi

Beritatotal.com – Peristiwa terbunuhnya seorang siswi SMP Negeri 10 OKU berinisial RN (12) yang diduga dihabisi secara keji oleh oknum pembina pramuka, sudah diketahui pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten OKU.

Kepala Disdik OKU Teddy Meilwansyah SSTP MM melalui Kabid SMP M Darojatun SE ME menerangkan, pihaknya sudah menghubungi kepala sekolah (Kepsek) SMP N 10, guna memastikan kebenaran peristiwa tersebut.

“Jadi tadi saya sudah menelepon kepala sekolahnya. Memang benar korban sekolah di SMP Negeri 10 dan masih duduk di kelas satu. Menurut Pak Kepsek korban termasuk anak yang pandai dan berwajah cantik,” katanya, Jumat (3/4).

Namun, pihaknya ingin menggarisbawahi jika memang terduga pelakunya oknum pembina pramuka, dia bukan sebagai pembina resmi.

Pihak sekolah memang menerima dia untuk bergabung sebagai pembina pramuka. Karena yang bersangkutan ada niat baik untuk ikut membantu pembinaan pramuka di sekolah tersebut.

“Dia (terduga pelaku, red) pernah diajak kegiatan pramuka sekolah. Kemudian berkeinginan menjadi pembina pramuka. Karena niatnnya bagus maka diterimalah tapi sama sekali tidak ada SK dari sekolah dan juga bukan berstatus honor di sekolah,” beber Ajat.

Sehubungan korban yang pamit untuk pergi pramuka ke sekolah sebelum di temukan tewas, sambung Ajat, kedua orangtua korban mengantarnya ke sebuah lapangan yang tidak jauh dari sekolah. Bukan mengantar sampai ke sekolah.

Lagi pula,  pagi tadi sampai jelang siang, para guru SMPN 10 OKU bersama aparat Polsek Semidang Aji sedang melakukan penyemprotan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Orangtua korban mengantar di lapangan dekat sekolah dan bukan sampai di sekolah. Soalnya memang sekolah tidak ada kegiatan belajar mengajar karena belajar dirumah sudah diperpanjang sampai tanggal 27 April,” tegasnya.

“Guru-guru dan polisi dari Polsek Semidang Aji tadi pagi melakukan penyemprotan disinfektan di sekolah. Nah, ayah korban kemudian datang bertanya kepada petugas disekolah apakah ada kegiatan pramuka hari ini. Karena memang tidak ada KBM dan ekstrakulikuler jadi diterangkan kepada ayah korban dan dia pun pulang,” tambahnya.

Dengan kejadian ini, Disdik OKU turut prihatin kepada keluarga korban. Dan ini menjadi pelajaran bagi para orangtua agar benar-benar memperhatikan anak-anaknya sesuai salah satu isi dalam surat edaran Disdik OKU tentang belajar di rumah di masa darurat corona.

“Dalam hal ini surat edaran kami sudah dilaksanakan sekolah-sekolah. Disitu juga tertulis agar para orang tua mengawasi anak-anaknya belajar di rumah. Dan itu sudah sangat jelas,” Ajat.

Pihaknya pun meminta orang tua agar waspada dan mengecek langsung bila anak-anaknya dapat ajakan untuk mengikuti kegiatan belajar di luar rumah.

“Jadi sekolah tidak lagi membolehkan belajar di sekolah atau pun kegiatan lainnya. Jika ada orang yang mengatasnamakan sekolah untuk melakukan kegiatan apa pun di sekolah itu tidak dibenarkan dan harus di cek orang tua sampai situasi dampak corona ini normal,” tegasnya.

Sementara itu, sampai saat ini pihak kepolisian belum memberikan penjelasan resume terkait kasus terbunuhnya siswi SMPN 10 OKU tersebut.

Kapolsek Semidang Aji Iptu Bastari saat dikonfirmasi tidak membenarkan atau pun membantah ada kasus tersebut. Tapi Iptu Bastari mengatakan singkat jika kasus ini sudah sudah dilimpahkan ke Polres OKU.

“Satu pintu… kasus diambil alih Reskrim Polres,” demikian jawabnya melalui pesan WhatsApp. (djee)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.