by

Begini Respon RS Daerah Soal Teroris Siber Yang Menggemparkan

Beritatotal.com – Dampak teror siber yang telah banyak menyerang perangkat komputer di semua lini bisnis internasional, belum begitu berpengaruh pada peningkatan kewaspadaan di daerah.

Padahal di Indonesia sendiri, berdasarkan laporan yang diterima Kementrian Komunikasi dan Informatika, sudah dua rumah sakit (RS) yang diserang malwer ganas, RansomwareWannaCry. Yaitu RS Harapan Kita dan RS Dharmais. Bahkan rumah sakit disebut terakhir saat ini menjalankan pelayanan secara manual.

Atas kasus di Indonesia dan mencermati perkembangan kasus dunia, terutama di kawasan Inggris, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, hari ini, Senin (15/5), mengimbau masyarakat untuk tidak langsung terhubung dengan internet saat menyalakan komputer.

Terkait imbauan soal teroris siber yang masif menyerang 99 negara di dunia, yang salah satu targetnya pelayanan rumah sakit, manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sutowo Baturaja belum terlalu cemas.

Dihubungi Portal ini, Direktur RSUD Ibnu Sutowo, dr Rynna Dyana, mengatakan hari ini pihaknya masih beraktifitas menggunakan komputer seperti biasa.

“Belum ada dampaknya ke RS Ibnu Sutowo. Yang saya tahu baru RS Harapan Kita,” katanya, Senin (15/5).

Dr Rynna tidak terlalu mencemaskan serangan teroris siber ini dikarenakan menurut dia pihaknya masih banyak mengolah data yang tidak begitu masif terhubung ke internet. Untuk perangkat komputer yang ada, diakui dr Rynna virus-virus yang menyerang katagori biasa saja dan umum.

“Virus biasa saja dan masih bisa diatasi operator kami,” dr Rynna.

Sementara itu, seorang jurnalis di Baturaja mengaku cukup khawatir dengan yang terjadi pada dunia internet beberapa hari ini. “Hati-hati jangan buka internet dulu. Kantor kami hari ini sempat kena,” katanya.

Untuk diketahui, malware ganas RansomwareWannaCry meneror komputer dengan Windows 2010 ke bawah. Karena serangannya tersebar masif meneror 99 negara di dunia target critical resource (sumberdaya sangat penting) sehingga dikatagorikan teroris siber. (diJee)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.