by

Alamaaak… Sudah 5 Tahun dan Produksinya Mencapai 1 Ton per Dipasarkan di Seluruh OKU, Pabrik Mie Kuning Berformalin dan Boraks Digerebek Polisi

Beritatotal.com –Sangat mengejutkan. Mungkin yang selama ini doyan makan bakso, rujak mie atau makananan  lain yang salah satu bahannya menggunakan mie kuning basah. Bisa jadi yang sudah dikonsumsi tersebut adalah mie “bermasalah” produksi pabrik rumahan berlamat di Kemelak OKU.

Ini terungkap setelah aparat Pidsus Satreskrim Polres OKU pimpinan Iptu Charli menggerebek pabrik yang diduga memproduksi mie kuning basah dicampur formalin dan boraks.

Penggerebekannya dilakukan setelah inspiksi mendadak (sidak) tim gabungan Pemkab OKU, Polres OKU dan BB BPOM Palembang, ke pasar-pasar tradisional dan mini market dalam Kota Baturaja belum lama ini.

Berdasarkan hasil sidak yang diantaranya petugas menemukan salah satu bahan makanan berupa mie kuning basah positif mengandun formalin. Unit Pidsus langsung bergerak melakukan penyelidikan dan diperoleh la informasi akurat dari mana asal muasal mie yang dijual pedagang di Pasar Baru tersebut.

Pabriknya ternyata ada di Jl Ahmad Yani Lorong Jambu Tirta III RT 005 RW 001 Kelurahan Kemelak Bindung Langit Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Polisi pun telah menggerebek pabrik tersebut dan meringkus seorang pria diduga menjadi bos pabrik ini. Tersangka diketahui Dedi Sunata (37) warga ber-KTP alamat RS Holindo Blok s Kec. Baturaja Timur OKU. Dedi langsung digelandang dari pabrik yang merangkap rumahna itu ke Polres OKU untuk diproses sesuai hukum berlaku.

Dari pabrik tersebut polisi menyita enam bungkus mie basah, sekarung umak mie, tiga karung gandum, satu unit mesin pembuat mie, sebotol formalin, tiga botol drum warna biru, tabung gas 3 Kg, timbangan dan satu kaleng pewarna makanan.

Tak tanggung tanggung. Hasil penyidikan awal terhadap tersangka, dengan dua orang karyawannya dia mampu memproduksi mie berformalin sebanyak satu ton perharinya.

Kapolres OKU melalui Kasat Reskrim Polres OKU AKP Priyatno didampingi Kanit Pidsus Satreskrim Polres OKU Iptu Charli menjelaskan, dari hasil penggerebakan dan penyelidikan home industri rumahan yang dilakukan pelaku terdapat barang bukti boraks dan formalin di dalam proses pembuatan mie.

Tersangka Dedi ditemani dua pekerjanya Irawan (43) dan Heriyanto (43), keduanya warga Kota Lubuk Linggau sengaja mencapur adonan mie menggunakan bahan baku borak dan formalin.

“Musim menjelang puasa dan idul fitri produksinya mencapai satu ton perhari. Pelaku memasarkan di seputaran Kota Baturaja serta wilayah OKU lainya dengan cara mengemas mie yang sudah jadi ke dalam kantong plastik warna merah masing masing beratnya mencapai 10 Kg,” kata AKP Priyatno, Minggu (25/4/2021).

Parahnya, aksi curang pelaku telah dilakukan cukup lama hingga sangat merugikan konsumen.

“Aksi curang mereka sudah sejak lama. Dari hasil pengakuan RT setempat hampir setiap tahun menjelang ramadhan dan idul firti  selama lima tahun lebih kebelakang. Dan mereka pasarkan ke pembeli di pasar tradisional di OKU,” jelas AKP Priyatno.

Para pelaku diancam Pasal 136 huruf b UU RI No 18 tahun 2012 ancaman kurungan penjara diatas lima tahun. (djee)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.