by

1 Tahun Menjabat, Kuryana – Johan Gencar Menata Pemerintahan dan Kota

WAKTU berlalu membuat jalannya roda pemerintahan di KabupatenOgan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi tak terasa. Tepat 19 Februari 2017, duet kepemimpinan Bupati OKU Drs H Kuryana Azis dan Wakil Bupati (Wabup) Drs Johan Anuar SH MM genap berusia satu tahun.
Mengingatkan kembali, Kuryana – Johan dilantik Gubernur Sumsel Ir H Alex Nordin atas nama Menteri Dalam Negeri pada 19 Februari 2016. Dimana pelantikan pemimpin baru Kabupaten OKU saat itu adalah hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak nasional, 9 Desember 2015. Kuryana – Johan terpilih dan diberi amanah rakyat OKU guna menahkodai daerah berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang ini periode 2016 – 2021.
Pascapelantikan, kedua pemimpin yang dikenal memiliki Jargon BEKERJA tersebut memang langsung roadshow bekerja tak kenal waktu. Yang paling jelas dan mencolok terlihat, Kuryana sebagai Bupati menciptakan suasa pemerintahannya penuh disiplin dan turun langsung ke lapangan. Dia acapkali melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kantor-kantor, dinas, dan ruangan bawahannya di Gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU.
Saat lain, Kuryana saban Jumat tak henti melakukan gerakan nyata memimpin langsung Jumat bersih di perkotaan. Bukan hanya datang di lokasi pembersihan, dia pun tak segan dan takut kotor dengan melakukan sendiri pembersihan apa yang dilihatnya mengganggu atau tak pantas berdampak merusak keindahan kota.
Seperti tak mengenal lelah, Kuryana sering blusukan ke pelosok-pelosok meninjau pembangunan jalan, jembatan, dan lain sebagainya. Hal ini pula sering terlihat dilakukan Wakilnya Johan Anuar. Dari turun ke pelosok, kedua pemimpin OKU ini bisa mengetahui persis kondisi wilayahnya, atau permasalahan masyarakatnya. Jadi, Kuryana – Johan tidak menjadi pemimpin yang cuma kaku ada di balik meja kerjanya atau hanya menunggu laporan bawahan semata.

Seperti inilah diantara banyak gambaran tipe kepemimpinan Kuryana yang tampak di setahun masa tugasnya sebagai Bupati OKU. Dia dan wakilnya gencar melakukan penataan segala lini demi kemajuan Kabupaten OKU. Penataan pemerintahan dan juga penataan kota hingga desa-desa.
Sebagai pemimpin yang amanah rakyatnya, duet BEKERJA ini memiliki pedoman atau acuan yang sudah ditetapkan pengesahannya dalam dokumen lembaran daerah. Yakni berupa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten OKU 2016-2021.
Bupati Kuryana menjelaskan, RPJMD merupakan pedoman bagi pemangku kepentingan dalam proses pembangunan daerah dan mewujudkan komitmen Bupati dan Wakil Bupati, untuk melaksanakan harapan seluruh lapisan masyarakat Bumi Sebimbing Sekundang.
Dalam RPJMD ini, katanya, memuat visi dan misi startegi pembangunan daerah, arah kebijakan, program dan kegiatan, kerangka pendanaan dan kaidah pelaksanaannya.
“RPJMD ini merupakan dokumen dan menjadi pedoman penyusunan dalam menyusun rencana strategis satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan rencana kerja (Renja) SKPD,” katanya.

Dari RPJMD OKU 2016-2021 ini, dijelaskan dia, tercatat penajabaran Visi, Misi, tujuan, sasaran serta program pembangunan selama periode 2016-2021. Tentunya, melalui Visi “TERWUJUDNYA OGAN KOMERING ULU (OKU) YANG LEBIH MAJU, SEJAHTERA DAN BERBUDAYA” sesuai dengan semboyan pasangan Bupati dan Wakil Bupati OKU, “BEKERJA UNTUK OKU MAJU dan GEMILANG”.
Untuk mewujudkan Visi dan Misi itu, pemerintah daerah sudah memiliki rumusan yang jelas sebagai pedoman jangka ke depan. Tentunya berpedoman dan memperhatikan faktor lingkungan strategi eksternal dan internal daerah.

Garis besar Visi Misi pembangunan lima tahun ke depan yang terurai dalam RPJMD OKU itu antara lain;
Pertama, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih (good government and clean governance). Hal ini dimaksud, perwujudan pemerintah daerah dan desa yang efesien, aman responsif, transfaran, akuntabel dan terhindar dari prilaku Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).
Tentunya hal ini akan berdampak pada pelayanan yang memuaskan masyarakat. Bentuk pelayanan ini antara lain, seleksi pejabat publik, peningkatan pendapatan dan efisien keuangan daerah, pelayana kependudukan gratis, pelayanan desa dan kecamatan one day services, perizinan satu pintu. Optimalisasi perencanaan, pelaksanaan pengawasan pembangunan dan perbaikan penghasilan.
Kedua, meningkatkan sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan. Hal ini ditandai peningkatan derajat kesehatan, pendidikan, sosial, budaya, trantib dan penguatan keagamaan dalam bingkai pembangunan desa dan daerah.

Ketiga, mewujudkan peningkatan masyarakat berbasis sumber daya lokal. Dampak dari pengembangan ini diharapkan dapat memperluas lapangan pekerjaan sehingga pendapatan masyarakat meningkat dan dapat hidup lebih sejahtera. Misalnya, pengembangan industri dan kerajinan, kuliner, koperasi, inovasi dan teknologi tepat guna serta kawasan tumbuh cepat.
Keempat mewujudkan pembangunan insfrastruktur publik berdimensi wilayah. Dampak dari hal ini diharapkan mewujudkan ekonomi masyarakat dan kawasan memiliki aksesibilitas seperti wilayah talang terbelakang dan perbatasan. Bentuk pembangunan antara lain, pembangunan jalan poros kecamatan, sarana kesehatan, sarana pendidikan, persampahan, listrik, penataan perkotaan atau kawasan atau perumahan dan pemukiman kumuh serta perbaikan jalan Nasional provinsi serta percetakan sawah. (ADV)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.